Widi hardiyanto
Pontianak - 78121






Total Pembaca : 405231
Visitor Hari ini : 294
Sponsor Hari ini : 0
Total Newsreader : 348
 
 
 
 


Bisnis Online diduga merugikan Pengusaha Konvensional


[NEWS] Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong tak menampik terjadinya pergeseran model bisnis dari konvensional menuju digital. Kondisi ini telah banyak merugikan para pengusaha yang belum beralih pijakan.
"Memang ada industri lama seperti Hypermart yang terdistribusi dengan bisnis model baru dari offline ke online. Pasti ada pemain lama yang dirugikan," ungkap dia di Jakarta, Rabu (6/2/2019).
Meski begitu, ia tidak memungkiri bahwa kehadiran ekonomi digital saat ini telah memberikan lebih banyak keuntungan, seperti pembukaan lapangan kerja yang lebih luas.
"Mungkin secara makro dan konsumen, manfaat buat konsumen luar biasa. Dari segi lapangan kerja juga ekonomi digital menciptakan jauh lebih banyak lapangan kerja baru daripada perusahaan offline yang menciut atau tutup," sebut Thomas Lembong.
Oleh karenanya, ia menyambut positif adanya suntikan modal asing sebesar USD 1 miliar untuk GoJek yang berasal dari perusahaan luar raksasa seperti Google.
Kucuran bantuan dana itu dinilai dapat membawa GoJek beralih menjadi perusahaan digital berkelas dunia.
"Jadi perusahaan digital kita harus secepat mungkin segera naik kelas jadi pemain dunia. Karena ekonomi digital persaingannya sekarang sudah di tingkat regional dan internasional," tutur dia.
Dia menganggap, suntikan dana tersebut bisa berdampak baik bagi perusahaan digital yang mempekerjakan banyak anak muda Indonesia.
"Sejauh ini saya enggak lihat itu negatif. Apalagi kebanyakan untuk pengusaha, pekerja muda dan teknologi lokal. Sejauh ini sih dampaknya sangat positif," jelas dia.
Adapun sebelumnya, GoJek dikabarkan mendapat suntikan dana dan modal asing dari beberapa perusahaan raksasa luar negeri seperti Google, JD.com dan Tencent lewat pendanaan Seri F pada awal Februari 2019.
Thomas Lembong meneruskan, kucuran modal asing tersebut tidak dilarang selama perusahaan digital yang bersangkutan memiliki modal di atas USD 10 miliar.
"Kalau sudah ngomong perusahaan raksasa digital seperti GoJek, Tokopedia, Bukalapak, dan lainnya, ya semakin banyak modal yang menaglir maka semakin baik. Karena pasar mereka bukan lokal saja, tapi regional dan global," jelasnya.
"Jadi perusahaan kita harus secepat mungkin segera naik kelas jadi pemain dunia. Karena ekonomi digital persaingannya sekarang sudah regional dan internasional," imbuh dia.
Selengkapnya Lihat sumber berita disini.( 2020-03-02 21:59:27 - 2019 )


[ ADV Modal Rp.100 Ribu Hasilkan Rp.100 JUTA Dalam 100 Hari - DAFTAR DISINI ]

BAGIKAN - SHARE AND CARE :



Peralatan tidur bantal guling Harga Mulai 10.000 - Peralatan tidur bantal guling Harga Mulai 10.000 ...Selengkapnya




Inilah Saatnya Anda Menerima 
Transfer Rp 200.000,- Secara Terus Menerus 
ke ...
Selengkapnya




Mau baca berita sambil dibayar,jangan buang2 kesempatan ini,buat hp Androidmu bermanfaat
Selengkapnya




setiap orang yang sudah terdaftar sebagai member medsos, WAJIB melakukan pemasangan Iklan pada Web ...Selengkapnya




 

Belum ada

 

 
   

 

GABUNG JADI MEMBER
CUKUP BAYAR IURAN Rp.100.000 PER TAHUN
DAPAT KOMISI Rp.10,- Per DETIK

 

   

#SOSIAL #EKONOMI #BISNIS #PENDIDIKAN #POLITIK #PARIWISATA #PERISTIWA


#SOSIAL #EKONOMI #BISNIS #PENDIDIKAN #POLITIK #PARIWISATA #PERISTIWA


#SOSIAL #EKONOMI #BISNIS #PENDIDIKAN #POLITIK #PARIWISATA #PERISTIWA







DMCA.com Protection Status