Imam Yatenun
Kampar - 28464






Total Pembaca : 1033872
Visitor Hari ini : 66
Sponsor Hari ini : 0
Total Newsreader : 485
 
 
 
 


Bisnis Online diduga merugikan Pengusaha Konvensional


[NEWS] Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong tak menampik terjadinya pergeseran model bisnis dari konvensional menuju digital. Kondisi ini telah banyak merugikan para pengusaha yang belum beralih pijakan.
"Memang ada industri lama seperti Hypermart yang terdistribusi dengan bisnis model baru dari offline ke online. Pasti ada pemain lama yang dirugikan," ungkap dia di Jakarta, Rabu (6/2/2019).
Meski begitu, ia tidak memungkiri bahwa kehadiran ekonomi digital saat ini telah memberikan lebih banyak keuntungan, seperti pembukaan lapangan kerja yang lebih luas.
"Mungkin secara makro dan konsumen, manfaat buat konsumen luar biasa. Dari segi lapangan kerja juga ekonomi digital menciptakan jauh lebih banyak lapangan kerja baru daripada perusahaan offline yang menciut atau tutup," sebut Thomas Lembong.
Oleh karenanya, ia menyambut positif adanya suntikan modal asing sebesar USD 1 miliar untuk GoJek yang berasal dari perusahaan luar raksasa seperti Google.
Kucuran bantuan dana itu dinilai dapat membawa GoJek beralih menjadi perusahaan digital berkelas dunia.
"Jadi perusahaan digital kita harus secepat mungkin segera naik kelas jadi pemain dunia. Karena ekonomi digital persaingannya sekarang sudah di tingkat regional dan internasional," tutur dia.
Dia menganggap, suntikan dana tersebut bisa berdampak baik bagi perusahaan digital yang mempekerjakan banyak anak muda Indonesia.
"Sejauh ini saya enggak lihat itu negatif. Apalagi kebanyakan untuk pengusaha, pekerja muda dan teknologi lokal. Sejauh ini sih dampaknya sangat positif," jelas dia.
Adapun sebelumnya, GoJek dikabarkan mendapat suntikan dana dan modal asing dari beberapa perusahaan raksasa luar negeri seperti Google, JD.com dan Tencent lewat pendanaan Seri F pada awal Februari 2019.
Thomas Lembong meneruskan, kucuran modal asing tersebut tidak dilarang selama perusahaan digital yang bersangkutan memiliki modal di atas USD 10 miliar.
"Kalau sudah ngomong perusahaan raksasa digital seperti GoJek, Tokopedia, Bukalapak, dan lainnya, ya semakin banyak modal yang menaglir maka semakin baik. Karena pasar mereka bukan lokal saja, tapi regional dan global," jelasnya.
"Jadi perusahaan kita harus secepat mungkin segera naik kelas jadi pemain dunia. Karena ekonomi digital persaingannya sekarang sudah regional dan internasional," imbuh dia.
Selengkapnya Lihat sumber berita disini.( 2020-03-02 21:59:27 - 5580 )


[ ADV Modal Rp.100 Ribu Hasilkan Rp.100 JUTA Dalam 100 Hari - DAFTAR DISINI ]

BAGIKAN - SHARE AND CARE :



Tidak dapat dipungkiri bahwa inovasi akan melahirkan trend baru, itulah yang kami bawa di dunia ...Selengkapnya




TERBARU...

MURAH MERIAH...

😍😍

#abayaasshofa 🌹

Selengkapnya




Saya selaku pabrikan IM Parfum ingin menawarkan peluang usaha buat kamu semua yang ingin mempunyai ...Selengkapnya




British Propolis yang terbukti Ampuh dan berkhasiat dengan kualitas internasional, sehingga ...Selengkapnya




 

Belum ada

 

 
   

 

GABUNG JADI MEMBER
CUKUP BAYAR 100.000 PER TAHUN
DAPAT KOMISI 10 RUPIAH Per DETIK

 

   

#SOSIAL #EKONOMI #BISNIS #PENDIDIKAN #POLITIK #PARIWISATA #PERISTIWA


#SOSIAL #EKONOMI #BISNIS #PENDIDIKAN #POLITIK #PARIWISATA #PERISTIWA


#SOSIAL #EKONOMI #BISNIS #PENDIDIKAN #POLITIK #PARIWISATA #PERISTIWA







DMCA.com Protection Status